Primary Navigation

Menjadi fulltime freelancer

Menjadi Fulltime Freelancer Atau Part-Time Freelancer?

Menjadi Fulltime Freelancer Atau Part-time Freelancer? jawaban saya tergantung orang. Saya sendiri part-time freelancer 😅. Era sekarang menjadi seorang freelancer, sepertinya cukup banyak peminatnya, banyak pekerjaan bisa dilakukan dimanapun juga banyak pekerjaan yang tidak memerlukan bekerja di kantor. Hal ini menjadi fenomena beberapa tahun terkahir khususnya di negara-negara besar seperti Amerika, Australia, Inggris dan lainya.

Khususnya dibidang desain, tentu hal ini menjadi pemikat bagi kamu dan cukup banyak pekerjaan desain yang bisa dilakukan dimanapun. Contoh nyata saya sendiri pernah melalukunnya dan masih sampai sekarang. Namun saya tidak menjadikan pekerjaan freelance ini sebagai pekerjaan fulltime. Kenapa? Fulltime freelancer atau Part-time freelancer ada plus minusnya. Saya akan coba jabarkan menurut saya pribadi.

Kelebihan fulltime freelancer

  • Bekerja bisa kapan saja di jam berapapun
  • Bisa kerja dimanapun
  • Pengasilan cukup besar ( Soalnya pake dollar )
  • Banyak pengalaman di berbagai bidang industri ( jika kamu tipe desain freelancer service )
  • Di bayar perjam atau per projek
  • Gak bayar pajak penghasilan ( klo gak lapor 😬)

Kekurangan fulltime freelancer

  • Penghasilan tidak tetap ( kecuali kamu mempunyai client tetap dan gaji tiap bulan )
  • Device dan softaware harus punya sendiri
  • Tidak dicover oleh asuransi, bpjs dan lain. Kecuali bayar sendiri.
  • Kurangnya berosialiasi ( kebanyakan seperti gitu )

Beda dengan part-time freelancer, karena mempunyai double job, fulltime kerja biasa dan part-time, nah kelabihan dan kekurangnya antaranya:

Kelebihan part-time freelancer

  • Penghasilan double ( dari pekerjan fulltime plus dan dari side project )
  • Di cover asuransi dan benfit lainya, ( Jika kerja kantoran min BPJS)
  • Device dan software biasanya sudah di sediakan ( bisa pinjem software legal dari kantor, kecuali punya sendiri )
  • Bersosialiasi

Kekurangan part-time freelancer

  • Waktu free-time diganti oleh pekerjaan part-time freelance. Bisa bergadang terkadang
  • Harus pandai manajemen waktu
  • Sepertinya itu saja kekurangan menjadi part-time freelancer 😅

Kenapa saya memilih menjadi part-time freelancer?

Alasan saya pribadi kenapa tidak memilih pekerjaan fulltime, pastinya seperti list berdasarkan diatas. Terutama mempunyai penghasilan tetap dan plus penghasilan dari freelancer. jadinya double income. Jadi balance kan? capenya juga double. Juga mendapatkan fasilitas dan benefit dimana saya berkerja. Yang penting bisa manajemen waktu. Hal itu paling penting dan jangan menggangun pekerjaan kantor.

Pengalaman saya, biasanya tiap hari saya alokasikan waktu untuk freelancer rata-rata sekitar 3 – 4 jam per hari tiap malam jika mendapatkan proyek baik dari klien atau di situs upwork. Jika tidak ada saya gunakan waktu untuk me-time atau bersama keluarga. Untuk awal-awal pasti hal itu cukup sulit, dikarenakan pulang kerja pasti kerja lagi. Seperti tidak mempunyai waktu untuk diri sendiri. Namun saya selalu luangkan waktu untuk me-time di hari sabtu atau minggu.

Setelah hampir lebih dari 7 tahun menjadi seorang part-time freelancer, cukup banyak apa saya dapatkan, baik dari segi materil dan in-materil terutama experience, itu paling berharga.


Semoga artikel ini bisa membantu dalam memutuskan antara fulltime atau part-time sebagai freelancer. Masing-masing ada resikonya tersendiri. Kalo saya saran, ambil part-time terlebih dulu, namun jika mendapatkan opportunity dari client kamu menjadi pekerja tetap di perusahaanya sebagai full-time freelancer itu hal bagus. 👍



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.