Intro

Desain berpikir atau dikenal Design thinking adalah ilmu yang mempelajari pendekatan yang ramah dalam pemecahan masalah yang menempatkan kebutuhan dan pengalaman pengguna sebagai prioritas untuk menciptakan solusi yang efektif dan inovatif. Ini melibatkan pendekatan yang berpusat pada manusia yang memperhitungkan kebutuhan, perspektif, dan pengalaman unik dari orang-orang yang akan menggunakan produk atau layanan yang dirancang. Dengan memahami kebutuhan pengguna, desainer dapat menciptakan solusi yang lebih mungkin diadopsi dan akhirnya, lebih berhasil. Agak sedikit baku dari sisi dasar dari tapi saya harap kalian mengerti ya. 🙂

Memahami Design Thinking

Design thinking adalah pendekatan kreatif dalam pemecahan masalah yang melibatkan lima langkah di dalam prosesnya yaitu: empati, definisi, ideasi, prototyping, dan pengujian. (sebenarnya ada 6 tahapan 1 tahapan lagi lebih fokus ke dalam implementasi saja)

  • Langkah 1: Empati (Empathize) melibatkan memahami kebutuhan, keinginan, dan tantangan pengguna. Hal ini dilakukan melalui penelitian dan observasi, seperti melakukan wawancara pengguna atau mengamati pengguna dalam lingkungan alaminya. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengembangkan empati untuk pengguna dan memperoleh pemahaman mendalam tentang kebutuhan mereka.
  • Langkah 2: Definisi (Define) masalah berdasarkan wawasan yang dikumpulkan pada langkah pertama. Langkah ini melibatkan merumuskan masalah dengan cara yang dapat diambil tindakan dan difokuskan pada kebutuhan pengguna. Penting untuk mendefinisikan masalah dengan jelas untuk memastikan bahwa solusi menangani tantangan yang benar.
  • Langkah 3: Ideasi (Ideation) mendorong kreativitas dengan menghasilkan berbagai ide untuk mengatasi masalah. Langkah ini memungkinkan untuk menghasilkan sejumlah solusi yang potensial. Tujuannya adalah menghasilkan sebanyak mungkin ide, bahkan jika terlihat tidak realistis atau tidak praktis.
  • Langkah 4: Prototyping adalah di mana desainer membuat prototipe berfidelity rendah (low-fidelty) untuk menguji ide mereka dan mengumpulkan umpan balik dari pengguna. Prototipe dapat berupa sketsa sederhana, mock-up kertas, atau prototipe digital. Tujuan dari langkah ini adalah untuk pengujian cepat dan mengulang ide yang dihasilkan pada fase ideasi.
  • Langkah 5: Pengujian (Testing) mengumpulkan umpan balik dari pengguna pada prototipe dan memperbaiki ide berdasarkan umpan balik yang diterima. Langkah ini sangat penting untuk memastikan bahwa solusi akhir memenuhi kebutuhan pengguna dan efektif.
The 6 Design Thinking Phases: empathize, define, ideate, prototype, test, and implement
Workflow design thinking – tautan asli dapat dilihat disini

Benefit Dari Design Thinking

Design thinking memiliki beberapa benefit baik dari sisi organisasi dan individu. Salah satu manfaat utamanya adalah menghasilkan produk atau layanan yang lebih berpusat pada pengguna dan efektif. Dengan memprioritaskan kebutuhan dan pengalaman pengguna (user experience), desainer lebih mudah dalam menciptakan produk yang memenuhi kebutuhan mereka (user) dan dalam pengadopsiannya. Ini dapat mengarah pada peningkatan kepuasan pelanggan dan, pada akhirnya, peningkatan pendapatan.

Design thinking juga mendorong kolaborasi dan pemecahan masalah lintas fungsional, karena melibatkan desainer, pengembang, pemangku kepentingan, dan pengguna dalam proses pemecahan masalah. Ini mengarah pada perspektif dan ide yang lebih beragam, menghasilkan solusi yang lebih inovatif dan efektif. Dengan melibatkan pemangku kepentingan dan pengguna dalam proses, desainer juga dapat memastikan bahwa solusi akhir sejalan dengan tujuan dan objektif organisasi.

Terakhir, desain berpikir adalah proses iteratif, yang berarti bahwa desainer dapat terus menyempurnakan dan meningkatkan solusi berdasarkan umpan balik user. Ini memastikan bahwa solusi akhir terus meningkat dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan yang berubah-ubah dari sisi user.

Menggunakan Design Thinking

Design thinking dapat diterapkan pada berbagai industri dan masalah. Misalnya, perusahaan yang menjual produk secara online (e-commerce) dapat menggunakan design thinking untuk menciptakan platform e-commerce yang mudah digunakan dan dinavigasi. Rumah sakit dapat menggunakan design thinking untuk meningkatkan pengalaman pasien dan membuatnya lebih nyaman dan efisien. Perusahaan perangkat lunak (software house) dapat menggunakan design thinking untuk membuat perangkat lunak(aplikasi) yang intuitif dan ramah pengguna (user friendly).

Design thinking juga dapat diterapkan pada masalah sosial, seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan memahami kebutuhan dan pengalaman orang-orang yang terkena masalah ini, desainer dapat menciptakan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kalo saya pribadi belum pernah mencoba konsep framework ini diterapkan di non-IT product.

Iteration in the Design Thinking process: Understand, Explore, Materialize
Flexibility design thinking framework – tautan asli dapat dilihat disini

Kesimpulan

Design thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang kuat yang memprioritaskan kebutuhan dan pengalaman pengguna. Dengan menggunakan pendekatan berpusat pada manusia, desainer dapat menciptakan solusi inovatif dan efektif yang memenuhi kebutuhan users. Design thinking juga mendorong kolaborasi dan pemecahan masalah lintas fungsional (antar divisi), untuk menghasilkan perspektif dan ide yang lebih beragam.

Di era digital saat ini, di mana teknologi berubah dengan cepat dan preferensi pelanggan berubah dengan cepat, lebih penting dari sebelumnya bagi bisnis owner untuk menggunakan konsep design thinking untuk menciptakan produk atau layanan agar bisa menciptakan produk yang berhasil. Dengan memahami kebutuhan pelanggan mereka dan menciptakan produk dan layanan yang diinginkan pelanggan, dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, pendapatan, dan, pada akhirnya, keberhasilan.

Author

Dei, ber-profesi sebagai tukang gambar, netpreneur, handsome Daddy 😁 dan mantan penulis. Mencoba aktif menjadi penulis lagi. Lihat portfolio saya di theprojekts.com

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.