Intro

Membahas How might we dan Jobs to be done, mungkin jarang yang ada yang bahas topik ini. Ada dua konsep yang sering digunakan untuk memandu prosesnya: Jobs to be Done dan How Might We. Meskipun konsep-konsep ini mungkin terlihat mirip pada awalnya, namun memiliki perbedaan yang jelas yang dapat sangat memengaruhi proses desain. Dalam tulisan ini, saya akan menjelaskan perbedaan antara Jobs to be Done dan How Might We, serta pentingnya memahami kedua konsep tersebut.

Jobs to be done (JTBD)

Definisi

Jobs to be Done (JTBD) adalah suatu konsep yang berfokus pada memahami alasan di balik orang membeli dan menggunakan produk atau layanan. Ide ini adalah orang “mempekerjakan/hire” produk atau layanan untuk membantu mereka menyelesaikan pekerjaannya, baik itu pekerjaan fungsional (misalnya, menuju dari titik A ke titik B) atau pekerjaan emosional (misalnya, merasa aman atau percaya diri). Dengan memahami job dari produk atau layanan dipekerjakan untuk dilakukan, desainer dapat membuat solusi yang lebih memenuhi kebutuhan user.

Proses

Proses JTBD melibatkan mengidentifikasi dan mendefinisikan pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh pengguna, dan kemudian merancang solusi yang membantu mereka menyelesaikan pekerjaan tersebut lebih efektif. Untuk melakukan hal ini, desainer harus melakukan research untuk memahami konteks, motivasi, dan pain points. Mereka juga harus mempertimbangkan kompetisi dan mengidentifikasi cara-cara untuk membedakan solusi mereka.

Proses JTBD biasanya digunakan pada tahap awal dari proses desain. Hal ini karena memahami job to be done sangat penting untuk mengidentifikasi masalah yang tepat untuk diselesaikan. Dengan memahami “job”. desainer dapat fokus menciptakan solusi yang memenuhi kebutuhan user.

Contoh JTBD

Contoh klasik JTBD adalah kisah minuman susu milkshake yang diceritakan oleh Clayton Christensen dalam buku berjudul “The Innovator’s Dilemma“. Dalam kisahnya, restoran cepat saji ingin meningkatkan penjualan dari minuman milkshake. Dengan memahami pekerjaan yang dilakukan pelanggan saat membeli milkshake (yang ternyata sebagai makanan sarapan yang nyaman untuk perjalanan yang panjang), restoran dapat mendesain ulang kemasan dan rasa pada produk milkshake untuk lebih memenuhi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan penjualan mereka.

How Might We (HWM)

Definisi

How Might We (HMW) adalah teknik brainstorming yang digunakan untuk menghasilkan ide-ide dalam menyelesaikan masalah atau tantangan tertentu. HMW mendorong desainer untuk berpikir kreatif dan menciptakan berbagai solusi yang mungkin.

Proses

Proses HMW melibatkan memulai dengan pernyataan masalah yang jelas, dan kemudian mengajukan pertanyaan “How might we” untuk menghasilkan ide-ide untuk memecahkan masalah. Tujuannya adalah menghasilkan sejumlah ide besar, tanpa khawatir apakah ide tersebut layak atau tidak. Setelah ide-ide dihasilkan, kita dapat mengevalusi dan memperbaiki untuk mengidentifikasi solusi yang paling menjanjikan.

Proses HMW biasanya digunakan pada tahap-tahap akhir dari proses desain. Hal ini karena membantu menghasilkan ide-ide baru, dan untuk mengevaluasi dan memperbaiki solusi yang telah diidentifikasi sebelumnya dalam proses.

Contoh

Sebuah contoh HMW bisa menjadi tantangan desain untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien untuk sebuah kota. Pertanyaan HMW bisa mencakup “Bagaimana cara mengurangi kemacetan lalu lintas?”, “Bagaimana cara mendorong lebih banyak orang menggunakan transportasi umum?”, dan “Bagaimana cara membuat lebih mudah bagi orang untuk bersepeda atau berjalan kaki ke tempat kerja?”.

Komparasi

Persamaan How Might We dan Jobs To Be Done

Baik JTBD maupun HMW berfokus pada memahami dan menyelesaikan kebutuhan pengguna. Keduanya melibatkan pendekatan berpusat pada user (user-cetered) dalam design thinking, dan memerlukan desainer untuk berempati dengan user dan mempertimbangkan kebutuhan mereka sepanjang proses desain.

Perbedaan How Might We dan Jobs To Be Done

Perbedaan utama antara JTBD dan HMW adalah fokus dari prosesnya. JTBD difokuskan pada pemahaman pekerjaan yang mendasari yang ingin diselesaikan oleh user, sedangkan HMW difokuskan pada menghasilkan berbagai ide untuk menyelesaikan masalah tertentu. JTBD biasanya digunakan pada tahap awal proses desain, sedangkan HMW digunakan nanti dalam proses untuk menghasilkan dan mengevaluasi solusi yang mungkin.

Sementara JTBD membantu mengidentifikasi masalah yang tepat untuk diselesaikan, HMW membantu menghasilkan ide-ide baru dan mengevaluasi serta menyempurnakan solusi yang telah diidentifikasi.

Kesimpulan How Might We dan Jobs To Be Done

Baik Jobs to be Done maupun How Might We adalah suatu teori atau bisa di bilang best practice untuk para desainer dalam memahami kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang efektif. berbeda dengan ilmu research Cara Gampang Memahami Qualitative Research Dalam 3 Menit Dengan memahami perbedaan antara kedua konsep ini, para desainer dapat memilih pendekatan yang tepat untuk setiap tahap proses desain. Dengan fokus pada pekerjaan yang harus dilakukan, desainer dapat menciptakan solusi yang lebih memenuhi kebutuhan pengguna, sedangkan HMW dapat membantu menghasilkan berbagai ide untuk menyelesaikan masalah tertentu. Dengan menggunakan kedua pendekatan tersebut, desainer dapat menciptakan solusi yang efektif dan inovatif.

Perbedaan how might we dan jobs to be done blognadei
Author

Dei, ber-profesi sebagai tukang gambar, netpreneur, handsome Daddy 😁 dan mantan penulis. Mencoba aktif menjadi penulis lagi. Lihat portfolio saya di theprojekts.com

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.