Bayar paket kiriman luar negeri via DHL vs POS Indonesia. Seminggu lalu, saya mencoba melakukan experimen dengan membeli barang dari situs alibaba dengan total harga masing-masing barang sebesar $110, Alasanya saya ingin mengkomparasi antara layanan EMS (POS) dan DHL. Dari biaya bea dan cukainya. Dan hasilnya cukup berbeda baik dari biaya juga layanan.

Layanan DHL

Layanan DHL sudah sering saya gunakan dalam 2 tahun terakhir ini, sebagai layanan pengiriman, dari segi layanan saya bisa katakan cukup puas, walaupun awal-awal saya menggunakan layanan DHL sempat kecewa, sebelum terjun ke dunia enterprenuer. Untuk barang di bawah $75 jika ingin cepat sampai saya sarankan menggunakan layanan DHL, jika dilihat dari pengalaman saya, pengiriman dari Hongkong dan China itu hanya memerlukan waktu 2 – 3 hari kerja.

Dibandingkan dengan layanan EMS bisa membutuhkan waktu 10 hari bahkan lebih. Juga kamu bisa melihat pergerakan status kiriman secara berkala di website resmi DHL, plus jika barang sudah mendarat di CGK – Bandara Soekarno Hatta, dihari senin katakanlah, maka barang akan dikirimkan ke tangan penerima dihari yang sama.

Contoh kasus yang saya pernah coba, Barang total senilai $110, akan dikenakan biaya bea dan cukai, pada saat barang sudah sampai di CGK – Bandara Soekarno Hatta, dan sudah di telit oleh pihak customs, pihak DHL akan mengirim pesan otomatis by SMS untuk melihat detail rincian pembayaran, akan dilihati via website. contonya seperti screenshot di bawah ini:

Total yang harus saya bayarkan senilai IDR 692,000 rupiah, saya bulatkan saja IDR 700,000. Prosess pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit ataupun bank transfer, namun jika pemilihan bank transfer hanya bisa dilakukan di beberapa bank saja, dan itupun menggunakan Permata bank, melalui payment gateway Doku Wallet. Waktu itu saya melakukan pembayaran mengguanak Kartu kredit πŸ˜„, gak mau ribet.

Jika sudah dibayar dan sudah melakukan verfikasi, maka status pembayaran akan berubah menjadi terbayar, tanpa harus menghubungi pihak DHL, dan dihari yang sama kurir akan mengirimkan barang ke penerima (saya). Cepat bukan? jika saya buat list berikut kelebihannya dari layanan DHL

Kelebihan Layanan DHL

  • Proses Cepat
  • Status Tracking Real-Time
  • Barang bisa dikirim di hari yang sama
  • Pembayaran Duty/Tax bisa online payment

Layanan EMS (POS)

Layana EMS dari POS baik dari POS Indonesia ataupun China Post, jika dilihat kecepatan layanan tentu DHL juara, namun dari biaya pengiriman lebih murah EMS, durasi pengriman bisa 10 hari terkadang lebih cepat, tapi tidak bisa diprediksi. Namun ada hal yang cukup membedakan, barang harus di ambil ke kantor POS dan tidak bisa antar oleh kurir POS (rata-rata seperti itu) Jika nilai barang melebihi $75.

Kebetulan saya tinggal di daerah jakarta, dekat dengan Kantor POS Pusat Pasar Baru ( lapangan Banteng). Proses barang jika sudah sampai CGK – Bandara Soekarno Hatta, dan proses teliti oleh customs, itu bisa membutuhkan waktu 1 – 2 hari.

Prosedur pembayaran Duty/Tax terbilang traditional, harus di lakukan secara manual, jadi bayar cash ke pegawai POSnya. Sebenarnya bisa dilakukan via internet banking di berbagai bank, namun tetep saja harus menujukan bukti dan barang di ambil sendiri.

Untuk proses pengambilan saya di arahkan ke pengirman paket luar negri, tempatnya belakang patung pos, agak pojok bawah dan tidak jauh dari pintu masuk palkir. Tanya saja ke tukang palkir setempat tempat Loket pengambilan kiriman luar negeri.

Sesampainya disana, saya di beritahu untuk mengisi nomor tracking barang, juga nomer handphone. prosessnya kurang lebihnya 20 menit. saya melakukan pengambilan dihari sabtu itu, dan suasana tampak sepi hanya 2 -3 orang pegawai POS untuk layanan tersebut.

Juga ada beberapa orang yang sedang menunggu antrian pengambilan paket, satu persatu akan di beritahu jika barang sudah ditemukan di gudang penyimpanan. Dengan nilai paket $110 total biaya bea dan cukai yang harus saya keluarkan untuk menebus paket saya beli. sebesar IDR 468,000. Jika dibandingkan dengan DHL tentu lebih mahal IDR 232,000, jadi cukup besar juga perbedaanya.


Kesimpulan

Dari tulisan di atas kamu bisa lihat perbedaan cukup terasa baik dari segi layanan juga dari biaya . Jika kamu tidak mau repot harus mengambil barang kesana kemari, dan waktunya terbatas pilih layanan DHL, karena semuanya serba plus dan simple. juga pengirimanya bisa dibilang cepat.

(Saya bukan marketing DHL ya, hanya sharing saja). Jika ingin berhemat dari biaya-biaya plus DHL, EMS nya adalah pilihan yang tepat. namun kekuranganya waktu dan prosessnya agak lama. Cocok bagi kamu membeli barang yang tidak terlalu urgen.

Semoga artikel ini bermangfaat atas apa yang saya coba, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tinggal komen di kolom komentar. 😁

Author

Dei, ber-profesi sebagai tukang gambar, netpreneur, handsome Daddy 😁 dan mantan penulis. Mencoba aktif menjadi penulis lagi. Lihat portfolio saya di theprojekts.com

21 Comments

  1. Ridzki Ramadhan Reply

    Tanya gan, kalau pake dhl, apa pembayaran pajak scr online bisa tanpa doku wallet?

    • Dei Reply

      Bisa, saya pake kredit kredit bayarnya atau pake jenius. Doku wallet sebenernya simple kok, cuman ya harus buat akun dl, trs top up. Mirip gopay ama ovo.

  2. Ridzki Ramadhan Reply

    Iya mas, saya sudah buat akun dan kirim foto. Tp gagal terus yaa?

    • Mohon ijin nanya pak.. πŸ™
      Saat ini saya sedang ada proses pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia pake DHL International..
      1. bayar bea masuk, PPN, dan PPh impor pake kartu kredit di aplikasi apa..? apakah di aplikasi milik DHL ?
      2. Kalo bapak kan di jakarta jadi proses customs-nya di Jakarta terima kiriman diantarkan oleh DHL Jakarta.. Bagaimana kalo penerima barangnya di luar Jakarta seperti saya di Palembang ada info nggak ya pak..? πŸ™πŸ™πŸ™

      • Dei Reply

        1. Setelah barang sampai dari luar dan masuk ke Indonesia, di bagian customs. DHL akan menginfokan mas ridzki via email dan mereka memberikan rincian biayanya. Dan pihak mereka sudah menyertakan link untk melakukan pembayaran.Iya dengan kartu kredit, pake jenius bisa, saya kurang tau ada aplikasi nya atau enggak.
        2. Seharusnya sama ya, biasanya tiap lokasi suka ada perwakilan di setiap kota besar, jika di tempatnya, gak ada DHL, kalau gak salah pihak DHL bekerja sama dengan pihak jasa expedisi lokal kaya JNE, Sicepat, JNT. biasa nya gth.

        Semoga menjawab ya.

  3. Hai bro, tq Infonya, Tapi pernah punya pengalaman kirim barang ke luar negeri gak pake DHL atau EMS???

  4. Barang saya ga sampe2 sampai sekarang pakai dhl, udah delay 6 hari dari estimasi awal.
    Ditelponin g ada yg bisa jawab, cm minta maaf tp barang ga sampai sampai..
    Pertanggung jawabannya ga ada sama sekali..
    Koordinasi kacau di costumer service si a bilang a, si b bilang b nyalahin si b prosedurnya g dilakukan lah..

  5. Kak, saya ada paket kiriman dari Perancis status per tanggal 25 Oktober 2021 “Delivery/Transit Office (EMG) MPCJakarta via Colissimo jadi mau egk mau yang terima di sini Pos Indonesia. Paket saya udah keluar customs dari Bea Cukai per 22 Oktober 2021. Tapi sampai sekarang 4 November 2021 paket saya belum dikirim. Biasanya klo saya ada paket dari luar negeri itu kurir kantor Pos Indonesia akan antar ke alamat. Saya sudah cek terus status enggak update sampe sekarang sampai barusan ini 4 November 2021 saya cek ke website Bea Cukai ternyata barang saya dikembalikan lagi ke Bea Cukai di 2 November 2021. Saya memang belum bayar tagihan Bea Cukai karena biasanya saya bayar ditempat pas paket diterima. Klo kondisi begini saya harus gimana? Masa paket saya dikembalikan lagi ke Bea Cukai? Kasus begini egk pernah terjadi sebelumnya. Mohon pencerahannya.

    • Dei Reply

      Klo pengiriman nya, itu bukan oleh pihak ke3 , semacam DHL, FeDex, dll. bisa di bilang EMS ya. itu biasanya bakal di handle oleh POS untuk dikirim ke alamat pembeli. jika pengirimanya masih Jakarta, lebih cepet. dan biasanya proses di custom itu suka lama, antara pihak customnya cek barang yang kamu beli, untuk di tentukan value pajak yang nantinya di bebankan oleh pembeli. Betul biasanya pembayaran jika menggunakan POS itu bisa dilakukan di tempat, atau bisa di lakukan di kantor POS langsung. biasanya jika barang cukup besar dan value gede. kamu harus ke Kantor POS pusat per wilayah. misal klo jakarta pusat, kantor POS lapangan banteng. biasa seperti itu. Klo mau silahkan kontak customer servicenya kantor pos untuk lebih jelasnya. biasanya klo ada apa-apa langung tlp pihak sana. semoga membantu ya.

    • Itu tinggal bayar ajh, ntr biasanya DHL klo barang udah nyampe bakal kirim surat pemberituan pembayaran via SMS atau Email dan di suruh bayar, proses cepet kok, klik link pembayaran ntr di arahin ke DOKU. di DOKU masukin kartu kreditnya, atau debit online. ikutin prosesnya udah. selamat sampai tujuan.

      • Kak boleh nanya? Kalau barang yang dikirim melalu dhl express berupa hadiah/giveaway (contoh: harga barang 60usd tapi giveaway) apa kita sebagai penerima masih membayar pajaknya?

          • Mau nanya lagi kak. Jika pengiriman barangnya menggunakan dhl, tapi setelah sampai di indonesia dialihkan ke pihak pos yang tersedia(jne/jnt), lalu apa nanti hanya membayar tagihan pajak yang tertera di bea cukai saja? Apa ada biaya yang harus dibayar lagi dari dhl?

            Terimakasih sebelumnya kak πŸ˜ŠπŸ™

  6. Saya ada kiriman dari belanda. Tapi resi pengirimannya hilang. Bagaimana caranya saya cek barangx ya.

    • Ya, klo gak ada no tracking susah untuk bisa tracking. tanpa itu gak bisa. hanya tuhan yang tahu barangnya sudah sampai mana.

  7. Maaf kalo kita dikirimi paket dari luar negeri apakah kita harus bayar kalo paket uda ad d indonesia

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.