Banyak designer sudah memakai AI untuk mencari ide, membuat copy, menyusun user flow, sampai menghasilkan UI dalam bentuk code. Namun, cara pakainya sering masih sama: kita memberi satu prompt, AI membuat sesuatu, lalu kita memperbaikinya lewat prompt berikutnya. Cara ini memang cepat. Masalahnya, kita tetap harus mengawasi hampir setiap langkah. AI juga bisa mengulang kesalahan yang sama. Spacing kembali terlalu rapat, hierarchy kurang jelas, komponen tidak konsisten, atau hasilnya terlihat seperti template AI yang generik.…
Tag